Hobi terbaruku saat ini adalah mantengin website-website luar yang membahas A-Z tentang pernikahan. Sangat suka dengan tema mereka yang simple, truz tamu yang di undang ngga banyak dan terkesan intime banged. Apa daya hidup dan besar di Indonesia dengan asas kekeluargaan yang sangat tinggi sekali, sehingga binun untuk memilih mana diantara orang-orang yang aku, civo, keluarga ku, keluarga civo yang mempunyai ikatan pertemanan yang intim (untuk menyaring jumlah tamu undangan). In my case, kebanyakan undangan di sebar ke teman-teman dari bapak dan ibuku. Apa daya ngga bisa nyaring tamu undangan, pasrah mode on:
Dan ngga mungkin pake tema simple juga ditengah-tengah adat Jawa yang dipegang teguh keluargaku terutama Bapakku. Beliau tetap menginginkan adana gebyok sedangkan aku pengenna yang minimalis (salah satu mesti ngalah, dan tetap anakna jadi pihak tertindas dan yang mengalah). Dan gara-gara pake gebyok itu susah kayakna mesti mengkawinkan antara simple dengan tradisional jawa. Tau sendiri kalau tradisional jawa itu cenderung ngga simple.
